Feed on
Posts
Comments

Jangan bayangkan suatu yang rumit, cinta itu sederhana simple dan natural, begitu juga pernik-pernik cinta dan rindu, begitu nyaman untuk diungkapkan dalam lagu.
Disini sebuah group band anak-anak SMU Serpong mencoba untuk mengkspresikan cinta dalam text-text mudah, garing dan renyah.
IBIN, COKY,ANDY,DEDY DAN DEPE menciptakan lagu dengan judul ”17 Okt”, ada apa dengan tanggal itu ?? tiada yang tahu kecuali mereka.
Kreatifitas dan bakat mereka merupakan assets yang berharga…Untuk itu mohon pembaca yang berminat mengembangkan bakat anak-anak ini dapat menghubungi ke email Ibin :  cimuth at klikkita.com

Lagu 17 Okt
Cipt: Depe

Dengar kasih akan ku nyanyikan
Malam ini akan ku ungkapkan
Perasaan yang lama terdendam
Kepadamu akan ku nyatakan

Aku kan kembali
Tuk bersama lagi
Menjalin cerita diantara kita

Reff:
Love you like my love oh baby and I will never forget in this time
Dan jika benar kau jadi milikku tak akan kulepas cintamu

Clipnya Silahkan nikmati …


Karena aku tak berkumis, tak menjabat dan tak pandai main golf. Mungkin karena kelemahanku itulah aku tak bisa jadi Antasari.
Namun binantangku adalah sama dengan binatangnya Antasari, karena aku juga doyan pepes, ikan asin bahkan ayam goreng.
Cuma saja kalau itu sama, aku gak doyan makanan yang namanya caddy, Antasari juga sama, Caddy terlalu alot dagingnya untuk dimakan, harus dilunakkan dulu dengan daun pepaya selama beberapa hari.
Lalu kenapa Antasari ditemukan sedang memakan Caddy, hal itu mungkin saja karena kondisi lapar yang sangat, atau sebenarnya tidak sedang memakan tetapi cuma mencium aromanya sampai yang punya tiba-tiba memergokinya.
Artinya, makanan itu yang datang bukan Antasari, lalu kenapa makanan itu datang ? Makanan itu mungkin diantarkan dengan maksud lain, yaitu agar Antasari tertarik untuk mencobanya. Lha apa salahnya mencoba makanan yang disajikan?
Trus kalau ada yang teriak maling karena makanan itu dimakan sembunyi-sembunyi, tentu si pemakan menjadi malu, kalau aku akan bertindak sama, kalau ada cowek disitu pasti aku lempar kemukanya.

Memang begitu adanya, setelah inefisiensi besar-besaran yang terjadi karena begitu banyak uang dihamburkan hanya agar orang mencontreng nama-nama untuk menjadi satu, dua atau tiga angka.  Mereka menyangka kami akan dengan mudah mencontreng hanya karena tenda perkawinan, bedug mesjid, kursi undangan, sumbangan mesjid bahkan amplop-amplop. Padahal kami tahu bahwa inilah saatnya kami dapat merasakan sedikit nikmatnya menjadi mereka menjadi wakil rakyat. 

Memang proses pileg adalah jual beli bagi kami, walaupun kami tidak akan menjual apa yang menjadi keyakinan kami selama ini. Karena mereka juga yakin bahwa hanya dengan uang mereka dapatkan uang mereka kembali dengan berlipat ganda.

Setelah itu mereka kembali kelimpungan dan kebingunan menghitung angka-angka yang sama sekali tidak berarti bagi kami. Hal-hal yang tidak berarti itupun diliput berjam-jam di media massa, kekonyolan yang tak henti. Untuk apa ? kami bosan menonton acara itu terus menerus, kami pusing dengan tingkah laku politisi. Dan kami tahu bahwa tak lama lagi kami akan kembali menikmati uang-uang yang akan mereka hambur-hamburkan.

Sebodo amat mereka bilang itu untuk masa depan kami, yang jelas mereka hanya memikirkan masa depan mereka sendiri.

It Might Be helpful…

Ini waktunya kampanye, waktunya mengambil hati rakyat, jangan pedulikan Situ Gintung, ingat konsentrasi untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Masyarakat harus membayar biaya yang kita keluarkan untuk kampanye, kalau cuma seribu atau dua ribu nyawa itu belum apa-apa.

Ingat, hindari gesekan dengan partai pilitik lainnya, jangan singgung masalah ini apalagi mengkaitkan dengan partai yang lain, kita sudah sepakat untuk diam dalam masalah ini, ingat itu.

Giring penyebab masalah ini ke arah yang lain, katakan aja ini karena alam, karena alam, karena memang itu yang bisa diterima oleh konstituen kita yang religius, dengan menyalahkan alam mareka akan pasrah kepada takdir. Dan jangan lupa untuk menganjurkan kepada mereka untuk beribadah lebih giat lagi, agar tertanam pada diri mereka bahwa Tuhanlah yang menghendaki ini.

Pers juga diarahkan untuk tidak membesar-besarkan masalah ini, tidak masalah mereka meliput masalah ini, tapi dibatasi untuk bersikap netral saja, dan hanya untuk meningkatkan rating saja. Atau kalau perlu dipersiapkan berita-berita yang siap untuk mengalihkan perhatian.

Sekian dan terima kasih.

Older Posts »